IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.418-6.585, dengan kecenderungan menguat seiring masih akan derasnya aliran modal asing masuk Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kian perkasa pada pertengahan pekan ini, Rabu (27/2). Aliran dana asing (capital inflow) dan potensi penyelesaian perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China bakal memberikan stamina untuk indeks.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat jumlah dana asing yang mengalir di pasar saham Indonesia masih menggeliat dalam waktu ke depan. Dengan kata lain, pelaku pasar berpotensi terus mencatatkan beli bersih(net buy) bila dilihat sejak awal tahun atau year to date (ytd).
"Capital inflow yang masih tercatat secara year to date berpeluang untuk terus bertambah mengingat saat ini masih berada pada awal tahun," ucap William melalui risetnya.
Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) terakhir, jumlah net buy pelaku pasar asing secara year to date menyentuh angka Rp11,49 triliun. Sementara, khusus perdagangan kemarin tercatat net buy sebesar Rp352,6 miliar.
Maka itu, William menilai IHSG akan menguat hingga beberapa waktu mendatang atau jangka menengah. Namun, khusus hari ini pergerakannya tak akan jauh dari area 6.500.
"Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan rentang 6.418-6.585," jelas William.
Selanjutnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menyatakan hubungan pemerintah AS dan China semakin baik dalam memutuskan kelanjutan perang dagang saat ini. Dengan begitu, bukan tak mungkin episode perang dagang segera tamat.
"Penguatan didorong oleh sentimen positif dari global menyambut baik kelanjutan negosiasi antara China dan AS yang hampir mencapai titik terang," papar Dennies.
Mengutip Reuters, Presiden AS Donald Trump berkomitmen untuk menandatangani kesepakatan damai perang dagang dengan Presiden China Xi Jinping. Namun, hal itu akan dilakukan dengan syarat pemerintah China bisa menuntaskan beberapa perbedaan pendapat yang masih terjadi dalam perundingan.
Tim perundingan damai perang dagang AS dan Cina telah melakukan pertemuan sejak pekan lalu di Washington untuk menyelesaikan sengketa dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Mereka berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang tarif dagang yang terjadi sejak pertengahan 2018 lalu.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat jumlah dana asing yang mengalir di pasar saham Indonesia masih menggeliat dalam waktu ke depan. Dengan kata lain, pelaku pasar berpotensi terus mencatatkan beli bersih(net buy) bila dilihat sejak awal tahun atau year to date (ytd).
"Capital inflow yang masih tercatat secara year to date berpeluang untuk terus bertambah mengingat saat ini masih berada pada awal tahun," ucap William melalui risetnya.
Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) terakhir, jumlah net buy pelaku pasar asing secara year to date menyentuh angka Rp11,49 triliun. Sementara, khusus perdagangan kemarin tercatat net buy sebesar Rp352,6 miliar.
Maka itu, William menilai IHSG akan menguat hingga beberapa waktu mendatang atau jangka menengah. Namun, khusus hari ini pergerakannya tak akan jauh dari area 6.500.
"Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan rentang 6.418-6.585," jelas William.
Selanjutnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menyatakan hubungan pemerintah AS dan China semakin baik dalam memutuskan kelanjutan perang dagang saat ini. Dengan begitu, bukan tak mungkin episode perang dagang segera tamat.
"Penguatan didorong oleh sentimen positif dari global menyambut baik kelanjutan negosiasi antara China dan AS yang hampir mencapai titik terang," papar Dennies.
Mengutip Reuters, Presiden AS Donald Trump berkomitmen untuk menandatangani kesepakatan damai perang dagang dengan Presiden China Xi Jinping. Namun, hal itu akan dilakukan dengan syarat pemerintah China bisa menuntaskan beberapa perbedaan pendapat yang masih terjadi dalam perundingan.
Tim perundingan damai perang dagang AS dan Cina telah melakukan pertemuan sejak pekan lalu di Washington untuk menyelesaikan sengketa dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Mereka berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang tarif dagang yang terjadi sejak pertengahan 2018 lalu.
No comments:
Post a Comment